Burung dalam Mitologi Jawa & Bali

Pada budaya Jawa dan Bali dikenal sistem waktu Wuku. Wuku adalah nama sebuah siklus waktu yang berlangsung selama 30 pekan. Satu pekan atau minggu terdiri dari tujuh hari sehingga satu siklus Wuku terdiri dari 210 hari.

Ide dasar perhitungan menurut Wuku ini adalah bertemunya dua hari dalam sistem pancawara (pasaran, 5 hari) dan saptawara (pekan, 7 hari) menjadi satu. Dalam satu Wuku, pertemuan antara hari pasaran dan hari pekan sudah pasti.

Setiap Wuku memiliki nama, yang didasarkan suatu kisah kerajaan pimpinan Prabu Watugunung. Namanya dimulai dari istrinya, Dewi Sinta, Dewi Landep, lalu ke-27 anak-anaknya, ditutup Prabu Watugunung sendiri.

Pengetahuan Wuku disimpan dalam bentuk gambar, yang terdiri dari empat komponen utama:
1. Tokoh wuku dan dewa (mahluk berakal)
2. Bumi dan langit (benda alam)
3. Bangunan (benda rekayasa)
4. Tumbuhan dan BURUNG (mahluk hidup)

Setiap wuku, gambar, dan komponennya memiliki makna kosmologi. Jika dijabarkan satu per satu akan sangat panjang dan berubah jadi milist budaya😀 Langsung saja ke bagian komponen burung..

Ada 21 jenis / macam burung di dalam simbol Wuku.
1. Gagak
2. Anis Kembang
3. Manyar
4. Salinditan (Serindit)
5. Branjangan
6. Ayam Hutan
7. Kepodang
8. Betet / Bayan
9. Kulilang (Kutilang)
10. Bido (Elang Bido)
11. Urang-urangan (Raja Udang)
12. Pelatuk Bawang
13. Prijohan (Pipit)
14. Cocak (Merbah)
15. Puter (Dederuk)
16. Prenjak
17. Pelung (Ayam)
18. Gogik (Rangkong)
19. Sepahan (Sepah)
20. Nori (Paruh Bengkok)
21. Gemak

Masing-masing jenis burung memiliki makna. seperti :

Gogik / Rangkong :
– Menggambarkan besar kecemburuan dan kecurigaan
– Makna sepadan : ekspresi kekhawatiran

Wuku yang dengan gambar Gogik yaitu Wuku Wuye dan Watugunung. Wuku ini umumnya menampilkan diri sebagai sosok yang selalu berpikir dan bersikap antisipatif.

Branjangan :
– riang tangan, cepat bekerjanya

Ayam Hutan :
– liar, dicintai oleh para agung, suka tinggal ditempat sunyi

Kepodang :
– cemburuan, tak suka berkumpul dengan orang banyak

Jika ingin tau lebih banyak silahkan cari Informasi di http://nusadwipa.blogspot.com/2008/12/wuku-dan-kelahiran.html

Sumber : Millist SBI

1 Comment

  1. Kusuma said,

    August 13, 2010 at 1:56 pm

    selamat malam Mbak Laksita, apabila mbak berkenan, boleh nggak saya meminta keterangan lebih lanjut dan lebih lengkap tentang makna kosmologi dalam ilustrasi wuku?

    saya sudah mengirim email kepada mbak, mohon balasannya. terima kasih banyak


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: