Gejolak ‘Euthanasia’ I

Diera jaman modern yang sekarang ini euthanasia atau yang biasa disebut dengan suntik mati masih menjadi pro kontra antara dunia kedokteran bahkan di kalangan pemuka agama.  Euthanasia sendiri mempunyai arti praktek pencabutan kehidupan manusia atau hewan melalui cara yang dianggap tidak menimbulkan rasa sakit atau menimbulkan rasa sakit yang minimal, biasanya dilakukan dengan cara memberikan suntikan yang mematikan.

Macam- macam Euthanasia

1. Euthanasia aktif adalah tindakan sengaja yang dilakukan oleh medis untuk mengakhiri hidup pasiennya. Tindakan ini dilakukan untuk mempercepat proses kematian, baik dengan memberikan suntikan ataupun melepaskan alat- alat pembantu medika, seperti melepaskan saluran zat asam, melepas alat pemacu jantung dan sebagainya. Yang termasuk tindakan mempercepat proses kematian disini adalah jika pasien berdasarkan ukuran dan pengalaman medis masih menunjukkan harapan hidup.

2. Euthanasia Pasif adalah ketiadaan penanganan yang seharusnya diberikan oleh petugas medis untuknya, atau suatu tindakan membiarkan pasien atau penderita yang dalam keadaan tidak sadar (comma), karena berdasarkan pengalaman maupun ukuran medis sudah tidak ada harapan hidup atau tanda-tanda kehidupan tidak terdapat lagi padanya, mungkin karna salah satu organ pentingnya sudah rusak atau lemah

Euthanasia ini dapat dilakukan kepada hewan bahkan manusia tetapi harus dengan aturan dan kode etik kedokteran. Disisi lain peraturan ini juga tersurat di kitab – kitab 5 agama yang ada di Indonesia. Berikut penjelasannya.

Berdasarkan Agama Islam

Agama Islam sudah jelas melarang untuk melakukan euthanasia ini sesuai dengan yang tertera di Al-Qur’an ”janganlah membunuh dirimu sendiri, karena sesungguhnya Allah maha Penyayang kepadamu. ( Q.S. al- Nisa 4:29 )

Berdasarkan Agama Budha

kasus euthanasia seharusnya tidak boleh dilakukan karena merupakan suatu pembunuhan yang menyebabkan karma buruk. Agama Buddha menanggapi masalah euthanasia antara setuju dengan tidak setuju. Alasan tidak boleh dilakukannya euthanasia adalah kita sebagai umat Buddha tidak boleh membunuh, adanya kemungkinan untuk sembuh bagi orang yang menderita penyakit maupun yang sedang dalam keadaan koma.

Berdasarkan Agama Kristen

Iman Kristen, secara tegas menolak euthanasia aktif ini (entah suntik mati atau bunuh diri berbantuan). Alasannya adalah bahwa Tuhanlah yang memberikan kepada manusia nafas kehidupan (Kej 2:7), maka Tuhan jugalah yang berhak memanggilnya kembali. Hidup dan mati adalah hak prerogatif Tuhan sebagai Sang Khalik. Alasan-alasan seperti rasa kasihan melihat penderitaan pasien, alasan ekonomi, atau kerepotan mengurus pasien, adalah tidak bisa mengesampingkan hak prerogatif Allah tersebut. Euthanasia aktif pada hakikatnya sama dengan membunuh (menghilangkan nyawa) pasien, sekalipun dengan dalih yang argumentatif.
Dan manusia sebenarnya adalah mahluk yang unik. Beda dengan binatang; tidak ada keberatan untuk mengakhiri “penderitaan” yang terjadi pada binatang. Tapi manusia tidak pantas diperlakukan dengan cara demikian

Berdasarkan Agama Hindu

Pandangan agama hindu terhadap euthanasia adalah didasarkan pada
ajaran tentang karma, moksa dan ahimsa. Bunuh diri adalah suatu erbuatan yang terlarang di dalam ajaran hindu dengan pemikiran bahwa perbuatan tersebut dapat menjadi suatu
faktor yang mengganggu pada saat reinkarnasi oleh karena
menghasilkan “karma” buruk.

Berdasarkan Agama Katolik

dengan sengaja mengakhiri hidup sendiri adalah bunuh diri dan merupakan penolakan terhadap rencana Allah. Pula, melakukan percobaan atas kehidupan atau membunuh seorang yang tak bersalah merupakan suatu tindak kejahatan. Oleh karena alasan-alasan di atas, Konsili Vatikan II mengutuk, “apa saja yang berlawanan dengan kehidupan sendiri, misalnya bentuk pembunuhan yang mana pun juga, penumpasan suku, pengguguran, eutanasia atau bunuh diri yang disengaja….” (Gaudium et Spes, No. 27).

Bahakan dari kalangan pemerintahan juga menolak perbuatan euthanasia, tetapi ini mengatur euthanasia terhadap Manusia. Bagaimana dengan hewan?

2 Comments

  1. September 30, 2010 at 9:47 am

    Salam Lestari.
    Eutanasi atau dapat dikenal dengan nama mercy killing, yaitu tindakan menghilangkan nyawa pada mahkluk hidup dengan meminimalisir sakit atau trauma pada tubuh individu tersebut.

    Pada hewan eutanasi dapat diberikan dengan beberapa atau banyak cara. Hal ini legal dilakukan oleh dokter hewan yang telah mendapatkan surat pengajuan dari klien atau pemilik hewan, yang pastinya telah mempertimbangkan berbagai aspek pandangan. Ekonomi, sosial, pendidikan/penelitian, kesejahteraan dan lain sebagainya.

    Ini jelas berbeda dengan eutanasi pada manusia, dan yang menjadi perdebatan bukan eutanasi pada manusia atau hewan melainkan eutanasi pada hewan liar. Pada Kasus ini, hewan liar tidak mempunyai majikan atau pemilik sehingga apabila ada kasus berat pada hewan liar, akan menjadi sulit untuk adanya keputusan eutanasi.

    Best regard.
    Gaga

  2. September 30, 2010 at 9:51 am

    niar, blog mu bagus. kyk punya asti. simple tapi berkesan elegan dan enak di baca. huhuhuf ajarin bikin dums. coba tengok http://argasawungkusuma.blogspot.com/ huks huks dulu bingung juga antara worpress ato blogspot. tau ahh.. ehh buku nya gmn? wkwkwk aku nitip stiker yah. thx


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: